Mengenal Boneka Raksasa Kebanggaan Betawi

            Ondel-ondel merupakan salah satu kebudayaan Betawi yang sangat melekat dengan Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.11 Tahun 2017 Ondel-ondel telah ditetapkan sebagai ikon dari kota Jakarta. Pergub tersebut ditetapkan oleh Pejabat Pelaksana Gubernur DKI Jakarta Sumarsono pada tanggal 1 Februari 2017. Dalam peraturan tersebut disebutkan kriteria penggunaan ondel-ondel sebagai ikon masyarakat Betawi di Jakarta. Terdapat 3 fungsi dari ond
el-ondel, yaitu:

  1. Sebagai pelengkap berbagai upacara adat tradisonal masyarakat Betawi
  2. Sebagai dekorasi pada acara seremonial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, festival, pentas artis asing, pameran, pusat perbelanjaan, industri pariwisata, gedung pertemuan dan area publik yang memungkinkan dari aspek estetika dan keselamatan umum.
  3. Penempatan di sisi kanan kiri pintu masuk, di lobby sebagai pelengkap photo (photo wall), di panggung pementasan atau dalam bentuk visual di LED/Videotron, atau tempat lain sesuai estetika.


Gambar: Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Ondel-ondel


         Mengenai asal-usul ondel-ondel masih menjadi perdebatan karena belum ada informasi yang pasti tentang siapa dan kapan diciptakannya ondel-ondel. Berdasarkan laman Kemendikbud mengenai sejarah ondel-ondel, secara historis ondel-ondel sudah ada sebelum 1600 Masehi. Pernyataan ditulis oleh pedagang Inggris bernama W. Scot dalam buku perjalanannya. Scot mencatat melihat ada kebudayaan unik pada pertunjukkan masyarakat Sunda Kelapa dalam upacara adat yang berbentuk boneka raksasa. Boneka ini diyakini mirip ondel-ondel walaupun namanya tidak disebut.

     Dalam buku perjalanan lain, E.R. Scidmore dari Amerika yang merupakan wisatawan datang ke Jawa. Scidmore tinggal cukup lama di Batavia pada akhir abad ke 19. Pada jurnal perjalanannya yang bejudul Java, The Garden of The East menyebutkan ada seni jalanan yang berupa tarian boneka raksasa yang diarak ramai-ramai oleh masyarakat Batavia.

       Seorang Budayawan Betawi yang bernama Ridwan Saidi mengemukakan bahwa ondel-ondel lahir bersama dengan para petani di wilayah pinggiran Kota Jakarta. Saat pertanian modern dan irigasi mulai ditemukan, ondel-ondel dibuat. Sejak musim panen tiba, ondel-ondel menjadi teman masyarakat Betawi untuk merayakan panen. Kemudian, seiring berjalannya waktu ondel-ondel mulai bergeser menjadi sarana hiburan dan pengiring dalam acara-acara besar seperti pernikahan dan acara adat lainnya. 


Sumber:

Singgih Wiryono. 2021. Sejarah Ondel-ondel Betawi dari Perayaan Panen Kini dilarang Sebagai Sarana Ngamen. Jakarta: megapolitan.kompas.com. diakses pada tanggal 22 Agustus 2021. Pukul 18.46

Faqihah M Itsnaini. 2021. Ondel-ondel, Asal-usul, dan Makna Kebudayaan Khas Betawi. Jakarta: detik.com. diakses pada tanggal 22 Agustus 2021. Pukul 19.00

Komentar